Terhenti di persimpangan, bimbang...akan kemana jejakku selanjutnya membekas... sekali melangkah, kupasti pantang untuk surut...itu kah kata hatimu...?
atau kah bimbang entah akan kemana panah kan kau tancapkan...?
dengan banyaknya perkataan yang sudah terlontar tanpa bekas...
terhapuskah ? atau terlupa kah ?
Bimbang...

Hidup itu, selalu ada pilihan yang menjadi petunjuk utama dalam sandiwara ini. Di dalam pilihan pun selalu ada tanda atau isyarat bahkan penjelasan yang panjang mengenai pilihan itu sendiri. Terkadang, ada yang mampu terlihat dan terbaca dengan sangat jelas oleh mata. Terdengar sangat indah di telinga dan terpahami dengan seksama oleh akal dan pikiran...Tapi, terkadang kesemua itu tak mampu bekerja dengan maksimal ketika Ego memainkan pilihan itu.
Gunakan Hatimu...singkap dia hingga tanpa sehelai pun tirai yang menutupi, agar menjadi nahkoda dalam bimbangmu menentukan pilihan... Banyak hal pemicu bimbang atau ragu... Menghinggapi saat tiada kesanggupan menentukan arah...tak ada kematangan, tak ada kemantapan...atau pun ketidak ikhlasan terhadap sesuatu...cinta... serta emosi sesaat... Dan, bimbang itu pula terkadang datang dari ketidakmengertian apa sebenarnya yang kita inginkan...ketidaktahuan, iya atau tidak....atau malah membodohkan diri sendiri dalam ketidakjujuran, bahkan hingga menenggelamkan diri dari keinginan untuk mencari yang sempurna...
Lalu, ketika cinta memaksa kata "Bimbang" untuk bekerja...akan ada hal lain yang terlupakan atau tersisihkan untuk sementara waktu.
Ya Allah… Jika telah Engkau catatkan dia akan mejadi teman menapaki hidup... Satukanlah hatinya dengan hatiku dalam jalinan yang suci... Titipkanlah kebahagiaan diantara kami...serta seiringkanlah dalam melayari hidup ini..
Dan jikalau telah Engkau takdirkan…Dia bukan milikku Bawalah ia jauh dari pandanganku Luputkanlah ia dari ingatanku Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku
Dan peliharalah aku dari kekecewaan... Ya Allah, Engkau Yang Maha Mengerti… Berikanlah aku kekuatan, untuk melontar bayangannya jauh ke dada langit... Hilang bersama malam yang gelap... Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya...
Ya Allah pemilik cinta yang abadi…Gantikanlah yang telah hilang Tumbuhkanlah kembali yang telah patah...Walaupun tidak sama dengan dirinya….
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu... Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan...Adalah yang terbaik untukku Karena Engkau Maha Mengetahui...
————————————— Jangan Engkau biarkan aku sendirian Di dunia ini maupun di akhirat...Sesungguhnya Engkaulah pewaris terbaik atas diriku...
Kilas berbagi :
Dalam suatu ketika, sang ibu hendak menuju ke pasar dengan tujuan ingin membeli sekeranjang buah mangga yang akan di sugukan untuk acara keluarga siang nanti. Dalam hati sang ibu, ia harus mendapatkan buah yang bagus, manis dan murah...
Tak jauh dari rumah, terlihat ada warung kecil yang menjajakan buah tersebut. Bentuknya bagus, sangat menggiurkan, tapi tak banyak, hanya beberapa buah saja. Ketika sang ibu menghampiri menanyakan perihal buah tersebut, ia agak terperangah. Harganya sangat mahal. Ibu itu agak kecewa, sebab ia harus mendapat harga yang murah. Akhirnya ia meninggalkan warung itu. Ia kembali melangkah menuju pasar. Tak jauh dari warung tersebut, ada lagi yang menjajakan buah yang sama dalam gerobak kecil. Setelah bertanya perihal buah tersebut, ternyata sang ibu kembali kecewa. Kali ini bukan karena harganya yang mahal, tapi karena rasanya yang masam. Sang ibu melangkah lagi meninggalkan tempat itu. Hingga tibalah sang ibu di pasar, dan setelah berkeliling mencari buah mangga yang diinginkan, ternyata ada seorang lagi yang menjajakan. Kali ini bentuknya kurang meyakinkan. kulitnya kehitaman, seperti menjelang busuk dan sedikit agak mahal ketimbang harga yang berikan oleh penjual yang pertama. Tapi yakin si penjual, mangga ini rasanya sangat manis meski kondisinya seperti itu, dan bentuknya memang seperti itu adanya. Sang ibu tak yakin. Sang ibu Bimbang... dia harus mendapatkan buah yang cantik, manis dan murah...Ah, dia sangat bingung. Ketiga tipe buah itu tidak satu pun yang pas dengan ketiga kriteria yang diinginkannya. Akhirnya, dia mencoba kembali ke warung yang tak jauh dari rumahnya dengan niat untuk menawar harga buah tersebut. Tapi setiba dia di sana, sang ibu kembali menelan ludah kekecewaan. Buah mangga sudah habis terjual. Sang ibu menggerutu dah hatinya ,"ah, sial. Harusnya dari tadi aku membelinya saja." Sang ibu lalu teringat mangga di pasar itu. Ia lalu mempercepat langkahnya. Tapi lagi2 mangga itu sudah laku terjual. Ia pun kembali menggutu," celaka! aku tak kebagian. harusnya sejak tadi ku beli saja." Kini, pilihan ibu itu hanya kepada penjual ke dua itu. masam dan harga murah... ~~~~ Setiap insan, setiap jiwa hidup, membutuhkan keleluasaan dalam menentukan pilihan. Sering terlontar candaan, jika bisa memiliki tiga-kenapa harus mengambil satu? hmm...sadarkah bahwa Allah memberikan apa yang kau butuhkan saja, bukan apa yang kau inginkan? dengan itu Allah menjawab dengan memberimu pilihan, bukan jawaban langsung. Allah hanya memberimu petunjuk dan alat untuk memahami petunjuk itu. Pahami setiap jalan yang akan kau ambil dengan jeli. Apapun itu. Keadaan selanjutnya dirimu adalah saat kau memutuskan. Inilah pilihanku. Dalam banyak hal, salah memilih bukan hanya diri yang tersakiti, namun orang lain pun kadang ikut hanyut di dalamnya. Semoga apapun yang menjadi pilihanmu, tiada penyesalan, dan itulah yang terbaik, untukmu dari Allah. Amin.
Jadi matangkan pilihanmu dan yakinkan dirimu sebelum semua nya kau sesali!!!






Dollar Amerika tukar, currency converter

0 comments:
Post a Comment