Menjadi sukses itu bukanlah suatu kewajiban, yang menjadi kewajiban adalah perjuangan kita untuk menjadi sukses.

1

Cinta Tidak Terlihat Dengan Mata Tetapi Dengan Hati.

2

Cinta yang alami adalah cinta yang tidak berdasarkan KETERPAKSAAN, Tapi berdasarkan KETULUSAN.

3

Cinta yang tumbuh karena iman, amal ibadah, dan akhlaq yang mulia, akan senantiasa terus bersemi, tidak akan lekang karena matahari, tidak akan luntur karena hujan, dan tidak akan putus walaupun ajal menjemput.

4

Cinta itu bukan apa yang di pikirkan akal, Tapi yang di rasakan Hati.

5

Cinta Sejati Tidak Akan Tenggelam Walau Matahari Terbenam Cinta Sejati Tidak Akan Berhenti Walau Waktu Tidak Berputar Lagi Karena Cinta Sejati Adalah Cinta Yang Abadi.

Tuesday, May 22, 2018

10 Alasan Pria memilih DIAM ketika sedang berkelahi!!!

  Tanpa Cinta ~ cara pria dewasa mengungkapkan cinta padamu terkadang berbeda-beda setiap orangnya ada yang rela bertahan, ada juga yang malah melepaskan wanita yang ia cinta. Bahkan ada loh pria yang meskipun dia benar saat bertengkar denganmu dia akan diam dan mengalah.


  Sebenarnya itu salah satu ciri pria yang benar mencintai wanita, mekipun begitu bagi sebagian wanita ketika sedang bertengkar dengan kekasih, dan sang kekasih malah terus diam. itu sesuatu yang menyebalkan, karena wanita juga butuh ego yang ingin dituruti. Tahukah kamu bahwa sebenarnya wanita terkadang ingin bertengar dengan kekasihnya agar mempererat hubungan mereka, tapi sebenarnya apasih alasan pria diam saat bertengar ? yuk simak 10 alasan pria diam saat bertengkar disini agar engga salah paham

1.Sayang

  Karena biasanya pria yang sayang sama kamu akan selalu diam saat kalian sedang bertengkar, ini karena dia engga mau menyakiti kamu terus menerus dengan beradu argument yang malah membuat kalian berdua menjadi renggang. Ini juga termasuk kedalam fakta pria mencintai wanita sepenuh hati loh

2.keras kepala

  kadang kala engga cuma pria yang punya sifat keras kepala, wanita juga loh ladies, ada hal penting tentang lelaki yang harus kalian tahu yaitu, lelaki selalu lelah bertengkar dengan wanita yang keras kepala. Karena sekeras apapun usaha lelaki memberi tahumu itu salah, kamu tidak akan pernah mendengarnya. Dan itu bisa membuatnya muak loh.

3.Bosen

  Jika priamu diam saat bertengkar denganmu dan sering mendadak engga ada kabar, jangan-jangan dia sudah bosan bertengkar denganmu. Karena secara engga sadar kaum wanita selalu mempermasalahkan hal yang sudah, dan itu sering kali membuat para pria bosan loh ladies. Jika dia sampai tidak ada kabar ada baiknya kamu membaca alasan pria tidak ada kabar dan menghilang secara tiba-tiba.

4.Capek

  Alasan pria diam saat bertengkar lainnya adalah karena dia capek, meskipun  dia sudah menunjukan ciri-ciri pria serius menikah denganmu, tapi jika kamu terus-terusan membuat masalah dan ingin bertengkar akhirnya dia akan capek juga.

5.Malas

  Tahukah kamu bahwa jika saat bertengkar para pria lebih sering diam itu karena mereka sudah malas mendengar ocehanmu. Ketika kamu terus mengajaknya bertengkar bahkan saat dimoment yang engga tepat dia akan terus diam karena sudah malas. Ada baiknya kamu tahu cara memahami pria yang menjadi kekasihmu ya ladies

6.Buang-buang waktu

  Bagi sebagian pria, bertengkar adalah hal yang membunag-buang waktu. Biasanya pria lebih suka menggunakan waktunya untuk berkumpul bersama teman daripada meladeni kamu yang mengajaknya bertengkar. Nah jika priamu tiba-tiba engga ada kabar saat kalian bertengkar mungkin dia sedang mencari udara segar dengan teman-temannya

7.Engga penting

  Kadang kala kita sebagai wanita sering kali menilai hal penting bagi kita adalah engga penting bagi pria dan  hal penting bagi pria adalah hal engga penting bagi kita, itu sebabnya ketika pria dan wanita bertengkar dan pria merasa bahasannya engga penting dia engga akan meladenimu untuk bertengkar.


8.Lagi asik dengan yang lain

  Saat kalian sedang bertengkar tiba-tiba dia asik dengan handphonenya dan malah mengacuhkan mu? Jangan-jangan dia sedang asik dengan yang lain, alias sedang selingkuh. Daripada makin berfikir gak jelas mending cari tahu cara mengetahui laki-laki selingkuh

9.Mengalah

  Ada beberapa cara pria mencintai wanita salah satunya adalah dengan mengalah saat bertengkar. Jika kekasihmu diam saat kalian sedang bertengkar, mungkin dia sedang mengalah. Jadi ladies, sebaiknya sudahi kemarahanmu jika tidak ingin kehilangannya.

10. takut kehilangan

  Salah satu rahasia pria yang engga wanita tau adalah pria juga sama seperti wanita yang ketika bertengkar ada ketakutan tersendiri, taku kehilangan. Namun cara mereka berbeda dengan para wanita. Jika wanita ingin dipertahankan, pria lebih memilih diam saat bertengkar karena tidak ingin memperkeruh suasana.

  Nah itu dia 10 alasan pria diam saat bertengkar, bagaimana menurutmu ? alangkah lebih baik kamu sebagai wanita engga terus terusan memojokan dia saat kalian sedang bertengkar ya ladies. Takutnya dia lepas kendali dan tiba-tiba memutuskanmu. Semoga hubungan kalian selalu berjalan dengan lancar.

Sunday, May 20, 2018

Berteman Dengan Mantan Adalah Bukti Kedewasaan. Ini 6 Alasan Untuk Menjalin Hubungan Positif Dengan Mantan


Jadi, banyak yang bilang begini:
“Namanya juga hubungan. Kalau udah putus, ya udah — putus aja. Kalau masih berteman ‘kan bukan putus hubungan namanya?”
  Memang sih, berteman dengan mantan bukan pekerjaan mudah. Jauh lebih gampang buat nggak kontak-kontakan dengan mantan selamanya dan cukup tahu kabarnya lewat stalking online saja. Padahal kalau mau berpikir lebih jernih, menjalin hubungan baik dengan mantan ada banyak sisi positifnya. Sisi positif ini membuat usaha yang harus kita keluarkan untuk kembali berteman dengan mantan jadi sangat sepadan.

  Yang bilang berteman dengan mantan itu gak mungkin adalah golongan pemuda yang merugi. Ada banyak hal yang bisa kamu tuai andai kamu cukup dewasa buat gak baper sana-sini. Butuh diyakinkan lagi? Fine, ini 7 penjabaran lebih lanjut kenapa kamu nggak perlu gengsi buat berteman dengan mantan.

1. Sekali peduli, mustahil berhenti sama sekali. Daripada denial, bukankah lebih baik kepedulianmu diarahkan untuk membangun pertemanan?


  Sekali punya perasaan peduli pada seseorang, nggak mungkin perasaan itu dilenyapkan. Bagaimanapun, orang itu sudah pernah jadi begitu berarti buat kamu. Orang itu juga yang berperan membentukmu jadi pribadi seperti sekarang ini. Pada orang yang pernah seberjasa itu di hidupmu, gimana caranya kamu berhenti peduli?

  Catatan: peduli sama mantan bukan berarti diam-diam berharap balikan. “Peduli” artinya simpel saja: kamu ingin hidupnya bersih dari malapetaka. Kamu ingin dia tak menyerah pada ujian yang sewaktu-waktu bisa tiba. Dan kalau diminta, kamu bersedia membantu sebisanya agar dia selalu baik-baik saja.

  Nggak tahu sih apa pendapatmu soal poin ini. Tapi akuilah: bukankah ini terdengar seperti resep menjadi teman yang baik?

2. Mantan mengerti kamu luar-dalam. Dia tahu sisi-sisi yang bahkan gak pernah kamu tampakkan di depan teman. Yakin orang begini mau “dibuang”?


  Sudah berapa banyak pengalaman suka-duka yang kamu punya bersamanya? Gak peduli akhirnya bagaimana, kamu toh pernah menjalin hubungan yang sangat dekat dengannya. Dia orang yang paling tahu sisi luar-dalammu. Hal-hal yang nggak kamu tampakkan ke orang lain, buat dia sudah bukan rahasia.

  Karena mengerti kamu dari segala sisi, dia kandidat terbaik untuk ditanyai. Kira-kira menurutnya, cocok nggak ya kalau kamu ambil tawaran pekerjaan yang ini? Menurut dia, kamu bakal bisa beradaptasi nggak ya kalau pindah ke kota ini? Tanpa sadar, setelah tak lagi jadi pasangan kamu sudah punya sahabat secara instan.

3. Kalian berdua masih satu dunia. Kalau harus bertemu lagi sebelum “sepakat untuk baik-baik saja”, gimana?


  Mau putus atau tidak, kalian berdua masih ada di satu dunia. Karena ini, peluangmu untuk bertemu dia lagi begitu terbuka. Jadi bukankah lebih nyaman kalau kalian membangun hubungan baik saja?

  Apalagi kalau kalian bertemu sebagai relasi kerja. Dunia kerja tidak akan peduli pada “kenangan” yang pernah kalian punya. Saat masih ada kecanggungan antara kamu dan dia, jangan kaget saat kinerjamu terganggu. Sebaliknya, ketika kamu bertemu dengannya sebagai teman dekat, maka pekerjaanmu akan berjalan lancar dan mungkin saja kariermu akan terbantu olehnya.

  Satu hal yang perlu diingat adalah dia mengerti jalan hidup yang kamu inginkan. Bukan tak mungkin bahwa dialah yang nanti menghubungkanmu dengan peluang kerja yang kamu cita-citakan. Tentu saja ini tidak terjadi sembarangan. Ini bisa terjadi dengan satu catatan: kamu berteman baik dengannya.

4. Pertemanan yang baik dengan mantan adalah tanda kedewasaan. Kalian berdua bukan anak kecil yang jadi pecundang di depan perasaan


  Sudah bukan zamannya lagi untuk menjalani siklus pacaran-putus-musuhan. Semakin dewasa, maka kamu akan melihat sebuah hubungan lebih dari sekadar itu. Pacaran-putus-temanan menunjukkan kedewasaan. Dengan bisa berteman, kamu membuktikan bahwa kamu bukan budak yang lemah di depan perasaan.

5. Sudah saatnya berdamai dengan dirimu sendiri. Katanya mau jadi lebih baik lagi?


  Belajar berteman baik dengan pacar adalah proses berdamai dengan diri sendiri. Pada tahap ini kamu belajar untuk mengelola perasaan dan mengusahakan kebaikan masa depan. Tentu saja, di awal putus, kamu akan sangat emosional. Gak cuma nyesek, kamu juga merasakan segumpal sesal dan kemarahan.

  Seiring kamu mampu mengontrol ego dengan baik, hatimu jadi semakin lapang. Yang tadinya terlihat gak masuk akal (seperti menjalin pertemanan), jadi skenario yang menarik ketika kamu sudah move on dan melupakan semua kekecewaan. Udah saatnya, Bung. Turn mistakes into gold!

6. Kalian memulai hubungan dengan baik-baik. Justru gak masuk akal untuk menolak “mengakhirinya” dengan baik-baik.


  Ada banyak harapan yang pernah kamu pasang dengan mantanmu. Meskipun ada banyak juga ketidakcocokan yang berujung pada berakhirnya hubungan. Tapi bukankah niat baik untuk menjalin hubungan itu pernah ada? Justru gak masuk akal ketika sekarang kamu mengkhianatinya.

  Berteman dengan mantan bukan kemustahilan. Yang kamu butuhkan hanyalah kedewasaan. Di akhir hari, dia tetaplah individu hebat yang pernah bikin kamu jatuh hati. Fakta ini gak akan berubah, meskipun kamu nggak memilikinya lagi.


  Semoga 6 alasan ini dapat membantumu sebagai pertimbangan untuk menjalin hubungan pertemanan dengan mantan. Tidak perlu buru-buru. Nikmati prosesmu supaya dirimu bisa menerima dengan lapang dada segala kenangan dan kekecewaan bersama mantan, kemudian mengubahnya menjadi semangat pertemanan yang tak akan berakhir. Semoga berhasil!

Sunday, May 6, 2018

Karena Setiap Pertemuan Adalah Awal Perpisahan, Kenapa Kamu Masih Saja Tak Bisa Merelakan?

Mulailah belajar merelakan saat pertama kalian dipertemukan


  Kehidupan memberlakukan beberapa peraturan tak tertulis yang mau tak mau harus ditaati oleh setiap penghuninya. Setiap yang hidup pasti akan mati, setiap ada pertemuan pasti akan ada pula perpisahan. Iya, setiap kali kamu bertemu dengan orang baru, kamu juga harus siap dengan perpisahan. Tak ada yang bisa menghentikan datangnya perpisahan. Entah pisah karena urusan dunia, maupun pisah karena kematian.

  Pertemuan dan juga perpisahan bagaikan angka 8 yang tak akan pernah putus. Setiap kali proses pertemuan terjadi, di saat itu pula awal dari perpisahan dimulai. Dan satu hal yang harus diingat, dalam proses ini semesta juga ambil bagian di dalamnya. Semesta yang akan menentukan kapan pertemuan tersebut dan apa sebab dari perpisahan. Setiap makhluk memiliki waktunya masing-masing selama proses ini.

  Ada yang dipertemukan dan seketika dipisahkan, ada juga yang bertemu kemudian berpisah setelah waktu yang lama. Dan untukmu yang baru saja bertemu dengan orang tersayang, sudah siapkah dengan perpisahan?

Perpisahan datang sewaktu-waktu

  Iya, selayaknya kamu yang tak tahu kapan akan bertemu dengan orang baru, kamu juga tak akan tahu kapan perpisahan akan datang. Yang harus kamu siapkan dari awal adalah keikhlasan. Ikhlas bahwa suatu saat kamu akan dipisahkan dari orang-orang yang kamu pernah temui. Kamu harus mulai berpikir bahwa, jika seseorang dilepaskan dari hidupmu berati memang waktunya hanya sampai disitu. Jangan sampai karena perpisahan kemudian kamu menyalahkan keadaan, apalagi mencaci maki Tuhan.


  Karena kamu tak akan tahu kapan perpisahan itu datang, akan jauh lebih baik jika kamu gunakan waktu sebaik-baiknya untuk membahagiakan mereka yang kamu cinta. Orang tua, saudara, teman, sahabat hingga pasangan. Bahagiakan mereka semampumu sebelum Tuhan memisahkannya darimu.

Percayalah, setelah perpisahan akan ada awal yang baru

  Tidak, kehidupan tidak akan berhenti hanya karena kamu berpisah dengannya. Kamu harus percaya setelah perpisahan pasti akan datang lagi sebuah awal yang baru. Kamu akan kembali dipertemukan dengan orang baru yang akan mengisi dan melengkapi dirimu. Orang yang akan membawa pelajaran dalam hidupmu. Dan selayaknya angka 8 di atas, kamu juga harus bersiap merelakan orang yang baru saja kamu temui tersebut.

  Dan begitulah seterusnya. Kamu akan selalu dipertemukan dengan orang-orang baru dan kemudian dipisahkan. Inilah hukum alam, selayaknya sebab-akibat atau kehidupan dan kematian. Lalu, bukankah seharusnya kamu merelakan perpisahan?



Tapi, mengapa kamu masih saja tak bisa merelakan?

  Inilah hukum yang harus kamu patuhi, entah kamu rela atau tidak, ikhlas maupun tak ikhlas. Jika sudah waktunya berpisah yasudah, memang waktumu bersamanya sudah habis. Tak ada yang bisa kamu lakukan kecuali mengikhlaskan dan mencari pertemuan yang baru. Kini giliran orang lain yang akan menghabiskan waktunya bersamamu, begitulah kehidupan akan selalu ada giliran.

  Tak usah meratapi yang telah pergi. Dia pergi tak hanya karena keinginan tapi juga campur tangan alam semesta. Ada peran takdir di dalamnya. Kuatkan saja dirimu untuk menyambut orang yang baru yang akan hadir. Dengan catatan, kamu juga harus siapkan hati karena yang baru ini juga nantinya akan pergi.

Karena perpisahan tak akan mudah seperti yang dibayangkan, mulailah belajar merelakan.


Thursday, May 3, 2018

WANITA MULIA ITU DI SEBUT ÏBU"




   Aku terlahir dari seorang wanita mulia bernama Ibu. Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok yang kuat, sabar, dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai penyejuk kehidupanku. Dari mulai 2004 sampai pada tahun 2015 ibuku membantu mencari nafkah untuk keluarga kecil kami. Seorang Ibu menafkahi keluarga? Mengapa bukan Bapak? Seketika berderet pertanyaan akan muncul dibenak. Bapakku hanyalah seorang Wiraswasta yang bekerja di bidang kuli bangunan yang mengalami penyakit Batu ginjal dari tahun 2004 sampai pada akhirnya beliau d panggil oleh Yang Maha Kuasa . Meskipun dalam keadaan sakit  begitu, beliau tetep bertanggung jawab untuk menafkahi keluarga dengan bekerja ala kadarnya atau bisa disebut kerja serabutan, membantu Ibuku. Tetapi utamanya, tetaplah Ibuku yang bekerja tiap hari, Demi mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan membayar biaya sekolah kami.

  Beliau adalah wanita terkuat yang pernah aku kenal semasa hidup ku. Dari itu semua aku belajar banyak hal dari sosok wanita yang sangat mulia yaitu IBU.

  “Hidup ini butuh perjuangan nak. Peluh dan ketabahan kita setiap detik akan selalu dihargai oleh Allah. Dan ibu yakin suatu saat perjuangan keras kita ini akan mendapatkan balasan yang setimpal atau malah lebih. Namun, apapun keadaannya kita harus selalu bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Allah. Dan ingat, Ibu selalu tulus melakukan ini semua untuk anak-anak ibu.”

   Dari sinilah aku dapat mengambil ilmu yang beliau ajarkan, ilmu tentang sebuah perjuangan hidup yang panjang. Perjuangan seorang wanita mulia hanya untuk anak-anaknya.   Oh ibu… bagiku kau adalah pahlawan hidupku, lentera jiwa dikala aku lemah tak punya pegangan, dan sosok malaikat dikala aku haus kasih sayang. Saat ini hanya kaulah Orang yang bisa memberikan kasih yang tulus kepada anak anak mu.

  Dan aku memiliki pesan untuk kalian, jangan pernah kalian sakiti hati ibu kalian karena dia adalah orang yang paling tulus memberikan kasih sayangnya untuk kalian, dia selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak anaknya. Terkadang kita harus rela mengorbankan peraasaan kita walaupun itu perih, karena jika kalian tau pengorbanannya selama dia membesarkan kita kalian dia sanggup memberikan nyawanya hanya untuk kalian.

  Dan ingatlah selalu bahwa orang tua adalah segalanya. Tanpa orang tua kamu tidak akan pernah jadi seperti sekarang ini. Ibu TERIMA KASIH atas pengorbanan mu selama ini mulai dari yang terkecil sampai pada yang terbesar ibu. Semoga ibu selalu di berikan kesehatan dan Umur yang panjang, agar kelak engkau masih bisa melihat kesuksesan anak mu dari hasil perjuangan yang engaku bangun selama ini.